Berita

3 Catatan Jelang Indonesia vs Bahrain

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Malam nanti tepat pukul 19:30 WIB timnas U-23 akan melakoni laga perdana turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 melawan tim dari timur tengah, Bahrain.
Ada setidaknya 3 catatan jelang pertandingan kedua tim.

1. Kembalinya trio gelandang

Dalam pertandingan timnas U-23 melawan Singapura U-23 pemain yang telah lama absen membela panji Garuda, Zulfiandi, kembali dipanggil masuk timnas dan memberikan penampilan yang cemerlang. Itu artinya kemungkinan besar lini tengah garuda muda akan kembali diperkuat oleh trio gelandang jebolan U-19, yakni M. Hargianto, Zulfiandi dan Evan Dimas. Ketiganya bahu-membahu berjuang di lini tengah waktu mereka masih membela timnas U-19 dan mengantarkan gelar juara AFF U-19 di tahun 2013 lalu.

Diantara ketiganya sudah terjalin chemistry dan saling pengertian sehingga akan memudahkan Luis Milla untuk meracik strategi permainan.

2. Posisi baru Evan Dimas

Meski di atas kertas Evan Dimas di tempatkan menghuni lini tengah akan tetapi ada yang sedikt berbeda kali ini terkait peran Evan Dimas di dalam tim. Pemain Selangor FA tersebut baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya akan memainkan peran baru.

“Saya dicoba posisi baru sama Luis Milla, di belakang striker,” kata Evan sebagaimana dilansir bolasport.com.

3. Kenangan Pahit lawan Bahrain

Melawan timnas Bahrain membuat kenangan kita kembali melayang ke tahun 2012 silam. Waktu itu hari Rabu (29/2/2012) timnas Indonesia berlaga melawan Bahrain di zona Asia Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2014. Timnas Indonesia waktu itu kalah memalukan 10 gol tanpa balas.

Cerita pun tak berhenti sampai di situ, karena gol yang terlalu mencolok pertandingan tersebut dicurigai FIFA telah terjadi pengaturan skor. Kecurigaan yang beralasan mengingat Bahrain butuh lolos dengan minimal 9 gol.

Pernyataan yang kemudian disangkal oleh pelatih Bahrain kala itu, Peter Taylor. Taylor beralasan timnya mampu menang telak karena timnas Indonesia tidak diperkuat oleh pemain-pemain terbaiknya. Alasan yang memang masuk akal mengingat waktu itu tengah terjadi konflik di tubuh PSSI yang mengakibatkan beberapa pemain terbaik Indonesia tidak bisa memperkuat timnas di ajang internasional.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •