Berita Spesial

4 the Real Wonderkids Indonesia

Tim dioper.com mempunyai asumsi berdasarkan data dan observasi bahwa Indonesia pernah mempunyai wonderkids. Kami menyimpulkan ada 4 pemain yang patut menyandang gelar teersebut.

Yang pertama adalah Kurniawan Dwi yulianto, pemain ini mewakili generasi emas masa 90an, Kurniawan yang akrab disapa “ade” ini pernah menjadi youngster yang digadang-gadang menjadi pemain besar masa depan  Indonesia. Benar saja, dalam usianya yang masih 19 tahun dia sudah tercatat menjadi pemain pertama Indonesia yang bermain di Eropa. Tak tanggung-tanggung dia bermain di kasta tertinggi di lIga Swiss bersama FC Luzern periode 94/95. Yang menjadi fenomenal adalah ketika dia berhasil mencetak gol dalam partai panas melawan fc Basel, dan membawa  Fc Luzern menang 2-1. Dia juga tercatat menjadi top skor timnas dengan 33 gol sebelum dipecahkan oleh Bambang Pamungkas.;

Selanjutnya adalah, Bambang Pamungkas. Yang menjadi hal paling fenomenal bagi striker spesialis bola udara  ini adalah, dia mampu menembus skuad senior timnas Indonesia ketika berusia 18 tahun. Ketika itu, timnas pada tanggal 2 juli 1999 menjalani pertandingan persahabatan melawan Lituania. Dia mampu mencetak sebiji gol dalam debutnya itu dan membawa Indonesia bermain seri 2-2. Dia tercatat pernah bermain di divisi 3 liga Belanda EHC Norad, dan sukses besar bersama Selangor Fc di malaysia. Kini dia masih menyandang sebagai top skor sepanjang masa timnas Indonesia dengan 37 gol.

Yang ketiga adalah Boaz salossa, layaknya Bambang, Boaz mencuat tidak karena prestasinya di level klub terlebih dahulu. Boaz tercatat menembus timnas senior ketika dia baru berusia 18 tahun. Dia langsung menjadi buah bibir, karena berhasil mencetak 4 gol di fase grup piala Tiger di Vietnam tahun 2004. Sayang kariernya meredup karena dihantui oleh badai cedera dan terkadang dia dikenal sebagai pemain indisipliner. Sekarang dia masih tercatat sebagi kapten timnas Indonesia dan berhasil mencetak 13 gol.

Yang terakhir adalah Egy Maulana Vikri. Pemain ini memang belum bisa membuat rekor seperti seniornya diatas. Namun tim dioper.com mempuyai asumsi bahwa Egy mampu melampaui para seniornya itu. Prestasi individunya yang berhasil menjadi Breakthrough player di Toulon turnament menjadi salah satu alasan bahwa Egy adalah pemain yang menjadi generasi emas berikutnya yang dipunyai Indonesia. Penampilan memukau Egy bersama timnas u-19  menjadi dasar asumsi bahwa dia adalah generasi “spesial” dari generasi yang pernah ada. Rekor bagi Egy nampaknya hanya tinggal menunggu waktu saja. Egy hanya perlu belajar dari ketiga senionya diatas, bagaimana dia harus menjadi generasi baru bangsa Indonesia yang mampu mengantarkan Indonesia Juara. Prestasi yang belum bisa disandang bagi The Real Wonderkids Indonesia sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *