Opini

AC Milan dan Juventus Saling Tukar Pemain-Siapa Paling Diuntungkan?

AC Milan dan Juventus terlibat saga transfer musim ini, melibatkan 3 pemain Leonardo Bonucci, Mattia Caldara dan Gonzalo Higuain. Pertanyaan kemudian menyeruak, siapakah yang lebih diuntungkan dari skema transfer ini? Milan atau Juventus?

Jika cuma klise tentu memberikan jawaban bahwa keduanya pasti mendapat keuntunagn, karena argumennya adalah kedua tim memiliki kebutuhan yang berbeda dan untuk itu maka dibutuhkan pemain yang berbeda pula. Namun apakah benar demikian? Apakah skema transfer ini benar-benar memberikan win-win solution?

Mari kita bedah pelan-pelan.

Juve memiliki agenda besar musim ini yakni menjuarai Liga Champion. Untuk mencapai tujuannya itu mereka berani melakukan mega transfer, mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Maka dari itu demi “melayani” mega bintang barunya itu mereka membutuhkan tambalan pemain, dan yang menjadi sorotan ternyata sektor lini belakang. Opsi pun langsung muncul yakni mendatangakn mantan pemain mereka, Bonucci.
Juve beranggapan untuk berlaga di Liga Champion, Bonucci lebih pas ketimbang Caldara.

Mereka berhitung pengalaman lebih diutamakan ketimbang fisik dan teknik. Bonucci yang lebih tua dinilai tentu lebih berpeengalaman dibanding Caldara yang masih muda dan dinilai minim pengalaman.

Sebuah argumen yang memang masuk akal.

Lalu bagaimana dengan AC Milan? AC Milan mendapat bek muda potensial, Caldara, yang diproyeksikan akan bertandem dengan bek muda yg sudah dimiliki AC Milan sebelumnya, Alessio Romagnoli. Mereka berdua diharapakan akan menjadi duet tangguh lini pertahanan AC Milan dan bahkan Italia.

Jadi pendek kata, Juve memang hanya ingin mengejar keuntungan jangka pendek, dengan mereunikan para bek tuanya untuk mememangi liga champion sementara AC Milan akan memiliki 2 bek tangguh 10 tahun ke depan (tentu dengan catatan Milan tidak jatuh bangkrut dan menjual mereka).

Jadi jika Juve memang mampu memenangi Liga Champion dan Milan mendapat bek tangguh selama beberapa musim ke depan maka keduanya memang tampak win-win solution.

Lalu bagaimana dengan Higuain? Di sinilah sebenarnya kunci jawaban siapakah dari skema transfer ini yg lebih diuntungkan.

Higuain memang diproyeksikan untuk jangka pendek mengingat usinya yang sudah memasuki kepala 3. Akan tetapi meski sudah mulai uzur, Higuain masih tajam sebagai penggedor pertahanan Serie A italia.

Higuain memiliki sejumlah rekor mengesakan. Dialah sang pemecah rekor dengan 36 gol semusim. Higuain adalah striker Serie A tertajam selama 5 tahun terakhir. Tidak ada yang lebih produktif dibanding dirinya selama 5 tahun terakhir, bahkan di musim terburuknya dia masih mampu mencetak gol-gol di momen krusial untuk membawa Juventus Scudetto.

Jika dia terus melanjutkan tren positifnya ini maka Milan akan mendapat servis Higuain pada tingkat maksimal.

Jadi kesimpulannya, dalam skema transfer ini Juve hanya mendapat keuntungan jangka pendek (Liga Champion), sedangkan Milan memiliki target baik jangka panjang (punya bek masa depan) maupun pendek (punya striker haus gol). Jadi siapa yang lebih diuntungkan dari skema trasfefr ini. Anda pasti sudah bisa menjawabnya.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal