Opini

Anniversary Cup PSSI :Antisipasi Gagal Raih Medali Asian Games

Sebenarnya tidaklah aneh jika sebuah organisasi mengadakan turnamen berskala internasional (jika punya duit). Apalagi jika yang menyelenggarakan adalah PSSI, tentu saja turnamen yang akan digelar adalah turnamen sepak bola, dan tentunya akan diikuti oleh timnas binaan PSSI sendiri. Akan tetapi, tentu saja masih ada yang aneh dari rencana persatuan sepak bola seluruh Indonesia tersebut.

Betapa tidak, turnamen yang rencananya akan diikuti oleh timnas U-23 tersebut hanya berjarak 3 bulan dari Asian Games di Jakarta – Palembang Agustus mendatang. Tentu saja timnas U-23 adalah peserta sekaligus tuan rumah yang tidak mungkin tidak ikut serta. Yakin tidak yakin, para pakar sepak bola pasti mengherankan rencana PSSI tersebut, baik yang nongol di TV sampai yang marjinal (justru mereka ini yang sejati dan organik pemikirannya soal sepak bola) di angkringan-angkringan atau warung kopi.

Adapun, hal yang tentunya dicereweti oleh para pakar adalah resiko cederanya para pemain. Seperti yang dialami Boaz Salosa yang harus absen di Piala Asia 2007 lantaran kakinya patah saat uji coba melawan Hong Kong, menjelang putaran Final dimulai.

Bayangkan jika petaka cedera ini menimpa Eggy Maulana Vikri yang katanya adalah “Boaz Zaman Now” tentu yang merasa kesal bukan hanya para pakar, melainkan jutaan fans berat Eggy yang mayoritas adalah anak-anak sampai remaja tanggung yang sudah tidak sabar menyaksikan Kak Eggy gaya samba jebolkan gawang lawan di Asian Games kelak. Atau, resiko terberat adalah jika Illija Spasojevic harus absen di Asian Games lantaran cedera, ini akan jadi rugi bandar situation, kak Bule yang satu kampung halaman dengan Dejan Stankovic ini kan pemain impor yang seharusnya memberi dampak positif bagi timnas di Asian Games kelak!

Tapi tunggu dulu, sebenarnya maksud dan tujuan PSSI ini ada baiknya juga. Sebab, ada kemungkinan timnas U-23 bakalan gagal total di Asian Games kelak. Tentu saja ancaman kecaman khalayak sepak bola Indonesia jika timnas gagal akan disambut dengan argumen (yang jika benar) “Setidaknya kan kemarin timnas juara bung!”

“C’mon man! That is why we called this country; Indonesia!”

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal