Opini

Apakah Milan Sebaiknya Pertahankan Silva?

Sejak Zlatan Ibrahimovic dijual di musim panas 2012, Milan belum bisa menemukan penggantinya yang sepadan. Mulai dari Mario Balotelli, Carlos Bacca, Nikola Kalinic dan bahkan pemain sayap yang dipaksa menjadi striker, Jeremi Menez semua belum bisa memikul tanggung jawab nomor punggung 9.

Musim lalu direktur teknik Massimiliano Mirabelli menggelontorkan dana hingga 65 juta Euro untuk membeli 2 striker Kalinic dan Andrei Silva yang “mampu” mencetak 8 gol di Serie A di antara mereka. Ironisnya striker belia berusia 20 tahun yang di musim lalu sempat akan dipinjamkan ke Crotone-Patrick Cutrone- malah menjadi tok skor Milan dengan 10 gol di Serie A.

Sebagai konsekuensinya rumor pun bermunculan yang menyatakan bahwa Silva akan dijual. Kemungkinan terbesar dia akan ditukar dengan striker Monaco Radamel Falcao.

Apakah pertukaran ini menjadi langkah yang tepat bagi Milan?

Silva masih tergolong muda, dia baru berumur 22 tahun. Faktor umur ini banyak dinilai menjadi penyebab sulitnya beradaptasi dengan kultur sepak bola Italia. Silva hanya mencetak 2 gol dalam 24 partai di Serie A. Di kompetisi Eropa dia mencetak 8 gol dalam 14 partai.

Silva adalah tipikal striker modern khas no 9. Dia tidak hanya sebatas menunggu di kotak pinalti lawan tetapi juga bisa melakukan banyak tipe serangan baik saat membawa bola maupun tanpa bola. Kontribusi maksimalnya sebenarnya bisa dilihat dari catatan golnya di timnas yang bagus yakni mampu mencetak 12 gol dalam 21 pertandingan hingga hari ini.

Jadi dengan kata lain secara kualitas individu Silva tidak ada masalah. Masalah timbul saat Gattuso membutuhkan pembuktian gol-golnya yang mana tidak bisa Silva berikan padahal Milan sangat mmbutuhkan gelontoran golnya. Milan bisa saja menunggu pembuktian Silva mengingat usianya yang masih muda, akan tetapi Milan butuh gol itu sekarang bukan nanti.

Maka dari itu Milan pun berpaling untuk merekrut striker lain yang diprediksi bisa lebih memberikan jaminan gol saat ini dan pilihan itu jatuh pada Falcao.
Falcao mencatat penampilan impresif musim 2017-2018 lalu dengan 24 gol dalam 36 pertandingan.

Falcao dinilai Milan sebagai sosok yang tepat untuk memberi contoh pada skuad muda Milan dalam mengarungi kompetisi mendatang, khususnya dalam kancah Liga Eropa. Dengan umurnya yang telah mencapai 32 tahun, para pemain muda Milan diharap mampu menimba ilmu dari pengalamannya.

Lalu apakah ini sebuah langkah yang tepat dan apakah tidak terlalu cepat? Hal ini mengingat Silva baru semusim di Milan dan akan ditukar dengan pemain yang sudah berumur. Maka barangkali saran terbaik bagi Milan adalah menunggu hingga Piala Dunia selesai dimana dalam ajang tersebut Silva akan bermain membela Portugal. Jika dia tampil bagus di ajang empat tahunan tersebut maka Silva seharusnya masih layak dipertahankan Milan.