Preview

AS Roma Bisa Bangkit, Ini 3 Hal yang Harus Diwaspadai Liverpool

AS Roma tidak hanya butuh sekedar kemengan tetapi juga harus menang dengan skor telak. AS Roma butuh 3 gol atau lebih agar bisa melaku ke partai puncak Final Liga Champion 2017/2018.

Setidaknya ada 3 hal yang harus diantisipasi Liverpool jika mereka tak ingin bernasib sama dengan Barcelona.

1. Sistem Bek

Saat bertemu di pertemuan pertama lalu, AS Roma memasang formasi 3 bek dengan high line, yang artinya posisi bek agak jauh ke depan. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menekan Liverpool. Strategi yang fatal mengingat Liverpool menjawabnya dengan umpan lambung dan “dimakan” langsung oleh trio firmansah mereka. Terbukti 3 bek Roma kerepotan meladeni kecepatan trio penyerang Liverpool. Akibatnay mereka kebobolan 5 gol dan 3 diantaranya tercipta lewat serangan balik cepat.

Maka dari itu Roma dipastikan sudah belajar dari kesalahan mereka di pertemuan pertama lalu dan diprediksi mereka akan meredam counter attack Liverpool dengan memasang garis bek lebih ke dalam. Hal ini bertujuan untuk meredam kecepatan trio penyerang Liverpool.

2. Mainkan 2 Striker Jangkung

Pada pertemuan lalu juga memunculkan catatan bahwa bek Liverpool ternyata kerepotan mengawal tipe striker jangkung macam Edin Dzeko. Keuntungan bagi Roma, Roma tidak hanya punya Dzeko sebagai striker jangkung, masih ada satu nama lagi yakni Patrick Schick. Keduanya dimainkan bersamaan saat melawan Barca di Roma, dan mereka sukses membuat Samuel Umtiti dan Gerard Pique kocar-kocir. Jika keduanya dimainkan bersamaan tentu akan menjadi momok menakutkan bagi bek-bek Liverpool.

3. Matikan Salah

Mudah sebenarnya matikan permainan Liverpool, caranya dengan matikan nyawa permainan mereka yaitu Mohammed Salah. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara mematikan Salah. Menugaskan satu orang untuk mengawal Salah tentu tidak efektif mengingat Salah sangat cepat, gesit, dan memiliki skill bagus. Cara terbaik adalah dengan menciptakan permainan yang tidak disukai Salah.

Taktik seperti inilah yang dipakai Mourinho saat Manchester United berhasil mengalahkan Liverpool pada 10 Maret 2018 lalu. Waktu itu para pemain MU sukses mengisolasi Salah sehingga serangan Liverpool pun macet. Kekalahan atas Man Utd tersebut juga merupakan kekalahan terakhir Liverpool saat ini di semua ajang. Jadi jika ingin mengalahkan Liverpool maka Di Fransesco harus meniru taktik Mourinho.