Opini

Bagaimana Bisa, Juventus Tidak Bosan Juara

Meskipun musim ini masih menyisakan banyak pertandingan, namun Juventus mulai terindikasi untuk menorehkan catatan gemilang musim ini. Meski sempat kesulitan di Serie A musim ini, karena para pesaing Juventus nampak kelihatan lebih sulit untuk dikalahakan, namun perlahan tapi pasti kini Juventus kembali memimpin perlombaan juara.

Juventus kini dalam upaya meraih Scudetto ke 7 beruntun mereka, sebuah pencapaian yang akan menjadikan Juventus menjadi tim yang tidak akan pernah disamai oleh tim Serie A manapun. Juventus bisa memastikan start Scudetto mereka pada pekan ini kala pesaing mereka Napoli akan bertandang ke markas Inter Milan, dengan catatan Inter bisa mengalahkan Napoli atau paling tidak menahan seri. Sementara Juventus hanya akan menjamu Udinese, yang di atas kertas Juve akan mudah membabat Udinese.

Sementara itu, Juventus juga sudah memastikan satu tiket perebutan juara Coppa Italia musim ini menantang AC Milan. Pertandingan tersebut sejatinya akan digelar 9 Mei mendatang.

Juventus yang masih penasaran dengan Liga Champion, baru-baru ini masih diwarnai euforia kemenangan melawan Tottenham Hotspurs. Dimana kemenangan itu menjaga asa Juventus untuk menuntaskan rasa penasaran terhadap kompetisi tertinggi Eropa tersebut.

Bagaimana bisa, Juventus belum juga bosan Juara. Sebuah dimensi yang sulit disamai oleh tim manapun, khususnya di Italia. Seperti kita tahu, tim seperti AC Milan sangat terkenal dengan angkatan 2007 mereka, namun Milan kesulitan menemukan keseimbangan untuk terus berada pada dimensi juara.

Inter Milan juga terkenal dengan skuad fenomenal mereka saat menjurai 3 kampiun sekaligus dalam satu musim, namun Inter juga kesusahan untuk terus berada pada dimensi itu.

Meski Juventus belum bisa menyamai prestasi para rivalnya tersebut di Eropa, namun Juventus punya pendekatan dan gagasan yang jelas ketimbang para rivalnya itu.

Pasca Calciopoli, Juventus langsung membuat cetak biru masa depan mereka. Hal yang mereka lakukan adalah menyeimbangkan neraca keuangan. Mereka sadar betul, di era sepak bola modern seperti sekarang, keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran sangatlah penting.

Juventus juga mampu untuk menginvestasikan uangnya untuk membangun stadion sendiri, sebuah langkah berdikari yang menjadi pondasi kuat langkah Juve ke masa depan.

Dengan neraca keuangan yang seimbang, Juventus memiliki kemampuan untuk melakukan peremajaan tim dengan tepat. satu per satu pergi, dan satu per satu datang dengan kualitas pemain yang sama. Sehingga atmosfer juara itu tetap terjaga di semua era.

Bahkan Juventus juga hanya mengganti 2 pelatih dalam kurun waktu 7 tahun. Estafet kepimimpinan ini yang membuat Juventus terus bertahan dalam dimensi Juara setiap musim.

Berbeda dengan AC Milan misalnya, ketika mereka terpaksa menjual Kaka ke Real Madrid tanpa bisa lekas menemukan pengganti yang sepadan. Milan juga kini kesulitan mencari pengganti sosok Ibrahimovic, striker tersubur yang terakhir dimiliki AC Milan.

Sama halnya dengan Inter, pasca meraih 3 gelar juara dalam semusim, Inter dengan masif kehilangan para pemainnya itu tanpa mendapatkan pengganti yang sepadan. Hingga kini, Inter Milan masih terhimpit oleh masalah tersebut.

Hal itu bisa terjadi karena Milan dan Inter tak sepandai Juventus dalam menjaga neraca keuangan mereka. Sehingga hanya lawan yang bosan melihat Juventus juara, sedangkan Juventus tidak akan pernah bosan.

Meski begitu, musim ini belumlah selesai. Juventus masih banyak menemui jalan terjal dalam menuju tangga juara. Juventus juga sangatlah mungkin untuk kehilangan semua gelar musim ini, melihat langkah Juventus musim ini tidak semulus biasanya.