Opini Spesial

Bangsa Indonesia Harus Mengalah, Nusantara itu Mangkubumi

Disudut warung burjo dibagian utara Yogyakarta nampak riuh rendah bebrapa sekelompok pria yang menatapkan pandangan pada satu tujuan, layar televisi. Sebuah acara live dari ujung pulau Bangsa Indonesia, Aceh. Dalam seminggu ini memang aceh sedang punya hajat kecil-kecilan dalam rangka memperingati tsunami yang melanda bangsa Aceh.

Acara turnamen Bal balan pun menjadi pilihan penyelenggara agar nampak lebih kece. Aceh punya stadion Harapan Bangsa yang syiiip untuk pertandingan Internasional. Brunai Darussalam, Mongolia, dan Kirgystan menjadi kontestan yang diadu melawan tuan rumah Indonesia.

Namum tak dinyana, stadion Harapan Bangsa malah menjadi objek viral turnamen ini, bukan karena Indonesia bisa menang dan main cantik. Kontur dan tekstur lapangan nampaknya tidak siap digunakan bermain dimusim hujan seperti ini. Al hasil, Aceh sebagai bangsa yang besar tentu sedikit tidak enak hati kepada tamu undangan. Aceh merasa tidak bisa menyuguhkan fasilitas yang baik untuk tim tamu yang jauh-jauh sudah rela ikut serta dalam acara peringatan tsunami tersebut.

Seperti yang sudah diprediksi banyak pengamat sepak bola negeri ini, bahwa turnamen abal-abal bertarah Internasional ini akan menjadi milik tim PSSI. Ya karena memang tim yang diundang memang punya rekor buruk saat bermain melawan Indonesia.

Tapi ternyata kenyataanya tidak demikian, tim PSSI yang dipersiapkan untuk Asian Games tahun depan itu harus kalah melawan Kirgystan di partai penentuan juara. Sontak gelak tawa terdengar di burjonan itu, kita ini memang Bangsa yang besar, kita juga punya hati yang besar. Kekalahan ini memang harusnya terjadi, kita tidak boleh menang, kita harus menghormati tamu. Kita sebagai bangsa besar sudah mengecewakan para tamu dengan kondisi lapangan Harapan bangsa. Maka untuk menyenangkan hati tamu, kita sepatutnya mengalah dipertandingan penentuan juara ini. Kita tidak bisa membayangkan sakitnya perasaan pemain lawan jika kita menang. Kita ini mangkubumi, kita tidak boleh mengalahkan siapapun bahkan sepak bola pun kita harus punya sikap mangkubumi. Jadi selamat kirgystan, kalau anda senang kami turut berbahagia. Sore hari saat anak-anak bangsa ngopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *