Berita Opini

Beruntungnya Juventus dan Serie A

Entah apa yang ada di benak Florentino Perez saat ini, dalam kurun waktu hanya beberapa bulan saja, dirinya harus menerima kenyataan pahit ditinggal orang-orang yang sangat berjasa mengantarkan Real Madrid ke tangga kejayaan tiga musim terakhir.

Lima hari pasca Real Madrid memenangkan Liga Champion, Perez dengan terkaget-kaget kehilangan Zinedine Zidane yang dengan tiba-tiba dan gagah meminta mundur dari jabatan pelatih.

Tidak sampai di situ, Perez harus kehilangan Crsitiano Ronaldo sebelum Piala Dunia berakhir. Namun, Perez dan Ronaldo mungkin sudah mengalami riak-riak perselisihan, sehingga Perez tidak sebingung tatkala ditinggal Zidane.

Namun, kehilangan Ronaldo bukan hanya soal uang. Tetapi soal daya magis, soal atmosfer kemenangan. Akan sangat banyak pemain yang setara dengan harga Ronaldo, tetapi tidak ada yang akan pernah bisa menjadi seperti Ronaldo. Mungkin itu yang akan Real Madrid sesalkan dari kehilangan seorang Ronaldo.

Eden Hazard, Neymar atau Mohamed Salah bisa Real Madrid datangkan, namun apakah mereka bisa mewarisi daya magis yang Ronaldo punya? belum tentu. Cristiano bukan lagi soal mahal tetapi dirinya adalah fenomena.

Bahkan dengan mahar 100-120 juta euro, adalah harga yang relatif murah untuk mendatangkan seorang fenomena seperti dirinya. Hanya saja, Juventus memang harus menjadi sangat boros dalam urusan menggaji Ronaldo. Gaji Ronaldo mencapai 30 juta euro.

Satu hal yang pasti, Juventus menjadi tim yang beruntung bisa mendapatkan Cristiano Ronaldo. Tidak hanya Juve, Serie A juga harus bersyukur atas kedatangan sang fenomena tersebut.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal