Berita

Dybala Bukan Superstar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketika Ronaldo mencetak gol spektakuler ke gawang Buffon kemudian mendapat applause dari para penonton yang notabene kebanyakan adalah Juventini, entah apa yang dipikirkan Dybala. Setelah beramai-ramai menepukkan tangan untuk Ronaldo tentu Juventini berharap kemudian akan memberi tepuk tangan pula kepada salah satu pemainnya, dan pemain yang paling mereka harapkan siapa lagi kalau bukan Dybala.

Dybala adalah superstar Juventus, dia lah yang paling bisa menyamai kebintangan striker Portugal itu di kubu lawan. Tapi apa yang terjadi? Dua menit setelah Ronaldo mencetak gol, Dybala menendang perut Carvajal yang menuntunnya mendapat kartu merah.

Kejadian ini semakin menebalkan pertanyaan publik apakah Dybala akan selevel dengan Ronaldo, dan Messi? Ataukah kapasitas kebintangan Dybala sebenarnya hanya di bawah Ronaldo, Messi bahkan Neymar?
Atau sebenarnya Dybala hanyalah bintang kelas 2?

Padahal publik sudah menyiapkan karpet merah untuk menyambut Dybala menggantikan Ronaldo dan Messi jika mereka tak bersinar lagi. Tetapi sepertinya Dybala tak cukup matang untuk menerima statusnya sebagai superstar.

Masih terbayang dalam ingatan publik yakni setahun lalu waktu partai final Liga Champion melawan Madrid, kebintangan Dybala tak bisa banyak diharapkan dan Juventus pun kalah 4-1. Pun demikian waktu melawan Madrid Selasa kemarin, kontribusinya tak banyak dan tak mampu menolong Juve dari kekalahan. Dia terlihat nerves di panggung yang lebih besar.

Nasibnya di piala dunia nanti pun masih dipertanyakan. Pelatih Argentina Jorge Sampaoli tidak memanggilnya dalam 2 partai persahabatan Argentina. Sampaoli beralasan, sudah terlambat bagi Dybala untuk menyatukan diri ke dalam permainan tim Argentina. Sebuah pesan yang lumayan brutal bahwa kemungkinan besar dia tidak akan ikut serta dalam pesta sepak bola terbesar di dunia itu.

Kerja keras menanti Dybala jika dia ingin kembali menahbiskan dirinya kembali layak menjadi superstar.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •