Opini Spesial

Hikayat Kebesaran Hati Timnas Israel (Bagian2)

Fakta mengenai sejarah pengembaraan timnas Israel bisa jadi memang mirip dengan kisah-kisah lain mengenai bangsa yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu tersebut. Jika selama ini kisah-kisah nelangsa nan penuh penderitaan hanya nongol di dalam cerita fiksi maupun acara reality show di televisi yang disedih-sedihkan sesedih mungkin supaya ratingnya naik. Maka kisah timnas Israel adalah kesedihan berbalut heroisme yang sesungguhnya. Tanpa rekayasa, alpa empati apalagi simpati, bahkan layak diberi nobel perdamaian. Mereka hanyalah manusia yang mencintai sepak bola sama dengan manusia lainnya di planet ini.

Baca Juga: Hikayat Kebesaran Hati Timnas Israel (Bagian 1)

Tim nasional yang mengembara di 3 Konfederasi berbeda

Memang timnas Israel pernah sekali menjuarai piala Asia pada tahun 1964 setelah sebelumnya menjadi runner-up pada tahun 1954 dan 1960. Bahkan tim biru putih pernah meraih medali perak pada Asian Games tahun 1974 yang diselenggarakan di Iran, negara yang mati-matian memusuhi Israel dan belum bersedia mengakui kedaulatan Israel sebagai sebuah negara.

Pada tahun yang sama, Israel menyatakan keluar dari keanggotaannya di AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) setelah Kuwait bersama Korea Utara mengajukan nota keberatan yang berujung pada penolakan untuk berlaga kontra Israel. Namun, Israel masih mengikuti kualifikasi piala dunia zona Asia sampai tahun 1978 karena secara geografis negara Israel memang terletak di benua Asia.

Kemudian, pada tahun 1980 timnas Israel memutuskan untuk mengikuti kualifikasi piala dunia zona Eropa guna menaruh asa lolos ke piala dunia 1982 di Spanyol, meski akhirnya gagal. Kemudian pada kualifikasi 1986 dan 1990 Israel memutuskan untuk bergabung dengan OFC (Konfederasi sepak bola Oseania) dan mengikuti kulaifikasi zona Oseania bersama Taiwan yang pada saat itu juga tengah mengalami konflik dengan RRC (Republik Rakyat China). Hal ini dilakukan karena memang tidak ada pilihan lain setelah tim-tim Asia lainnya berangsur menolak berlaga kontra Israel.

Yang lebih parah lagi, Israel pernah nyaris lolos ke piala dunia 1958 di Swedia setelah memenangkan seluruh pertandingan di Asia tanpa bertanding sekalipun! Tentu penyebabnya sudah bisa ditebak, bahwa tidak satupun tim yang bersedia bertanding melawan Israel, termasuk Indonesia.

Timnas Indonesia kala itu nyaris lolos ke piala dunia setelah berhasil menumbangkan Taiwan dan China. Namun Indonesia menolak bertanding melawan Israel di laga puncak. Israel secara otomatis memenangkan pertandingan dan melaju ke babak selanjutnya untuk bertanding melawan wakil Afrika yaitu Sudan (Karena anggota FIFA pada waktu itu tergolong sedikit, maka dilakukan kualifikasi gabungan antar benua). Namun Sudan menolak bertanding karena alasan politis. Alhasil Israel berhak lolos ke piala dunia Swedia 1958 mewakili Asia dan Afrika.

Baca Juga: Hikayat Kebesaran Hati Timnas Israel (Bagian 1)

Akan tetapi, FIFA tidak serta merta merestui timnas Israel untuk berlaga pada putaran final piala dunia di Swedia, karena menurut FIFA setidaknya tim yang dinyatakan lolos harus menjalani satu pertandingan (kecuali juara bertahan dan tuan rumah). Sedangkan kesebelasan Israel tak sekalipun bertanding dengan tim manapun. Saat itu FIFA memutuskan untuk menggelar pertandingan antara Israel kontra Wales yang saat itu sebenarnya sudah dinyatakan tidak lolos kualifikasi. Sialnya, Israel akhirnya gagal lolos setelah dua kali ditakhlukkan Wales dengan skor 2-0.

Akhirnya, pada tahun 1991 hingga sekarang Israel memutuskan kembali bergabung ke zona Eropa dan mengikuti seluruh kompetisi yang diselenggarakan oleh UEFA. Baik kompetisi klub (Liga Champion dan Liga Europa), hingga piala Eropa serta kualifikasi piala dunia zona Eropa. Tentu saja hal ini adalah pilihan berat dan sangat menantang bagi federasi sepak bola Israel, mengingat banyak tim-tim raksasa yang menghuni zona Eropa. Meskipun performa timnas Israel tidak bisa dikatakan buruk di Eropa, namun belum sekalipun timnas Israel lolos ke piala Eropa bahkan menjadi wakil Eropa di piala dunia.

Sepak bola adalah sepak bola

Mungkin hal terpenting bagi federasi sepak bola Israel adalah sepak bola itu sendiri. Sebagai olah raga paling populer dan digemari di planet ini, sepak bola adalah olah raga yang dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Lepas dari status social, ekonomi, pun juga ras. Bahkan sepak bola bisa menjadi alasan bagi seseorang mencintai negara dimana Ia tinggal, apalagi sepak bola juga bisa menjadi lambang kebanggaan sebuah negara yang dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu, sepak bola tidak bisa disebut sepak bola jika tidak ada pertandingan sepak bola.

Bisakah anda sekalian mencintai sepak bola tanpa pernah memainkannya, walaupun hanya dalam video game?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *