Berita pilihan

Karir Buffon Dinodai dengan “Perampokan”

Terhenti sudah langkah Juventus di Liga Champion musim ini. sambutan luar biasa terjadi terhadap hasil pertandingan Madrid melawan Juve dari publik sepak bola dunia. Hampir semua media sepakat bahwa satu-satunya man of the match pada pertandingan tersebut adalah wasit.

Bahkan media-media Italia menyebutnya sebagai “perampokan abad ini”. Bagaimana tidak, kisah come back itu sudah akan benar-benar terjadi ketika Juventus mampu menyamakan agregat menjadi3-3, namun semua sirna dengan insiden di menit akhir pertandingan yang akan selalu dikenang bagi pendukung Juve dan sang kapten tim. Tidak bisa tidak, Juventus adalah tim besar dengan segudang sejarah dan diisi oleh para pemain bintang. Itulah kenapa pertandingan tersebut sangat menyita perhatian publik dunia.

Bisa saja yang akan paling menyesal dan kecewa adalah Gigi Buffon. Buffon yang nampak berat namun mencoba legowo menyatakan akan mundur dari dunia sepak bola akhir musim ini.

Seolah menjadi kisah penutup karir yang buruk bagi Buffon atau Buffon salah memilih waktu untuk pensiun? Betapa tidak, kisah buruk Buffon dimulai dari gagalnya Italia lolos ke piala dunia dan kini dia harus rela catatan karirnya diisi oleh catatan gagal mengangkat si kuping besar sebanyak 3 kali. Buffon juga harus menutup kisahnya di Liga Champion untuk selamanya dengan kartu merah yang diberikan kepadanya.

Pertandingan melawan Madrid juga terasa lebih emosional karena rasa penasaran yang begitu tinggi dari segenap komponen tim Juve terlebih bagi sang kapten Gianluigi Buffon. Perampokan si kuping besar dari tangan Buffon akan menjadi catatan khusus dalam dunia sepak bola kelak.

Sekali lagi, Buffon nampaknya memang salah dalam memilih waktu untuk pensiun. Sedangkan “perampokan” itu pasti akan terus membekas di benak sang kapten.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal