Piala Dunia

Kisah Mantan Gelandangan yang Gagalkan Pinalti Ronaldo

Semua mata tertuju kepada sosok Cristiano Ronaldo tatkala Portugal mendapat hadian tendangan pinalti di menit ke-51 saat melawan Iran. Namun bukan mega bintang Real Madrid tersebut yang mencuri perhatian, melainkan sang kiper Alireza Beiranvand.

Kiper Iran tersebut dengan heroik menggagalkan pinalti dari sang raja pinalti. Namun belakangan publik menyadari bahwa perjuangan Beiranvand untuk tampil di Piala Dunia jauh lebih heroik ketimbang aksi penyelamatan pinaltinya tersebut.

Beiranvand adalah bocah yang tumbuh sebagai penggembala kambing. Penggembala yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Sebuah cita-cita yang ditentang keras oleh orang tuanya, khususnya ayahnya. Dikisahkan ayahnya bahkan pernah merobek baju dan sarung tangannya.

Sadar mimpinya tak didukung oleh keluarga, Beiranvand mengandalkan kerabatnya saat kabur ke Teheran. Dia meminjam uang kerabatnya sebagai modal “nggelandang” di ibukota Iran tersebut. Dengan uang pinjaman yang pas-pasan dia tidur di depan pintu klub spak bola tempat dia berlatih.

“Saya tidur di dekat pintu klub, dan ketika saya bangun di pagi hari, saya melihat koin yang dijatuhkan orang untuk saya. Mereka mengira aku pengemis,” ungkap Beiranvand sebagaimana dilansir Guardian.

The Guardian menuliskan bahwa selama menggelandang di Teheran dia harus menjalani kehidupan sebagai buruh pabrik, pencuci mobil hingga penyapu jalanan.

Di tahun 2011 buah kerja kerasnya mulai menampakkan hasil. Di tahun tersebut dia menjalani debut sebagi kiper Naft Tehran dan di klub tersebut bakatnya mulai mencuat dan mencuri perhatian.

Di tahun 2014 dia masuk timnas Iran setelah terkenal karena memiliki lemparan bola yang sangat jauh. Dalam pertandingan melawan Tractor Sazi, Beiranvand melempar bola hampir sejauh 70 meter. Lemparan itu kemudian mampu dimanfaatkan rekan setimnya dan berbuah gol. Dua tahun kemudian dia direkrut salah satu klub top di Iran, Persepolis FC. Di Persepolis, dia adalah pemain termahal yang dimiliki klub tersebut sebagaimana tercatat dalam situs transfermarkt.co.uk.

Sayang Iran sudah angkat kaki dari gelaran Piala Dunia kali ini sehingga kita tidak lagi bisa menyaksikan aksinya di babak berikutnya. Namun kisah heroiknya akan menjadi legasi yang bernilai bagi publik sepak bola dunia. kisahnya akan menjadi inspirasi berharga bagi pemuda yang bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola dan tampil di Piala Dunia.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal