Berita Spesial

Liga Indonesia Tidak Ramah Bagi Mereka

Liga Indonesia dikenal paling tidak ramah dengan striker lokal. Pemain Indonesia yang berposisi menjadi striker  jarang sekali yang mampu menjadi pendulang gol bagi timnya karena harus rela berbagi tempat dengan pemain asing yang berposisi sama. Hal ini juga bisa menjadikan masa depan para striker muda potensial yang ada sekarang menjadi suram. Ada nama Syamsir Alam, Yandi Sofyan, Pattrick Wanggai, Muchlis Hadi Ning adalah contoh dari  genererasi yang gagal menunjukkan potensi maksimal mereka, meski sempat dielu-elukan di timnas junior. Jika sekarang ada nama Marinus wanewar, Rafli Mursalim, dan Hanis Saghara, akankah mereka tetap bisa tetap berkembang dan bisa memaksimalkan potensi mereka?.

Para striker muda ini harus rela berhimpitan dengan eksodus striker asing yang sasngat besar. Selepas era Kurniawan D.Y dan Bambang Pamungkas, Indonesia memang kesulitan mendapat striker dengan tipe target man. Ada Boaz salossa memang, tapi jika prestasi di level timnas menjadi standar, maka prestasi  Boaz belum cukup untuk menyamai  dua pendahulunya tersebut, meski Boaz memang cemerlang di level klub dan sebenarnya posisinya bukan striker murni seperti Kurniawan dan Bambang.

Para striker muda itu harus tambah kesulitan bernafas, pasca kebijakan PSSI yang mulai berani mengambil langkah naturalisasi. Hambatan para striker muda ini juga ditambah kebijakan tim-tim di Indonesia yang pasti menggunakanr striker asing untuk mengarungi kompetisi. Hampir disemua klub mempunyai striker asing.

Para striker muda ini harus bekerja lebih ekstra dibanding posisi lainya jika ingin terus konsisten tampil di Liga Indonesia dan berguna bagi timnas. Jika pada akhirnya mererka gagal bersinar dan menampilkan kemampuan terbaik mereka, maka salah satu faktornya adalah ketiadaan regulasi yang melindungi mereka. Karena sudah dipastikan masuknya Spasojevic ke skuad Timnas menandakan Indonesia darurat Striker.

Atau jangan-jangan Marinus wanewar, Rafli Mursalim, dan Hanis Saghara dan yang lainnya hanya akan menjadi generasi penerus yang gagal bersinar seperti pendahulunya?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *