Berita Grassroot Opini pilihan Spesial

“Memasadepankan Masa Silam” Ala AC Milan

Dua belas pertandingan tanpa terkalahkan itu bagi Milan mungkin hal yang lumrah. AC Milan adalah tim besar dengan sejarah yang hebat dan panjang, jadi pencapaian hal yang semacam itu adalah hal yang sangat biasa bagi Milan.

Namun ada hal yang berbeda dari apa yang mereka capai selama musim 2017-2018 ini. AC Milan sedang dalam era yang padam, Milan sedang berada di masa mereka harus hidup hanya dengan membanggakan sejarah. Dalam beberapa musim kebelakang, AC Milan memang sedang berada dalam kemunduran secara pencapaian prestasi.

Bahkan dengan uang yang melimpah dari China saja, Milan tidak mampu dengan mudah mengembalikan masa silam ke masa kini atau ke masa depan. Sampai semua itu seolah berubah ketika Milan mencoba kembali mengambil sesuatu dari masa silamnya untuk menghadirkan kembali kejayaan masa silamnya itu ke masa depan.

Memasadepankan masa silam inilah yang menjadi eksperimentasi AC Milan dalam usahanya kembali meraih kejayaan. AC Milan pernah bereksperimen dengan mencoba Filippo Inzaghi, Brochi, dan Clarence Seedorf, namun eksperimen itu juga belum menuai hasil beberapa musim kebelakang. Ketika Mirabelli kembali memutuskan untuk bereksperimen dengan memilih Genaro Gattuso, seketika Milan kembali menjadi bahan tertawaan dan ejekan.

Namun eksperimen itu kini mulai menuai hasil. Meski terlalu dini untuk menilai Milan akan sukses dengan eksperimen itu, tapi deteksi untuk tercapainya tujuan mereka sedah mulai terlihat.

Kini Milan sedang tepat memilih orang dari masa silamnya, Gattuso menjadi sumber dari apa yang mereka butuhkan di masa kini dan masa depan. Gattuso punya karakter pemenang, Dia punya DNA yang tidak ingin kalah, Gattuso punya karakter pemberani, ternyata semua itu cukup untuk Milan kembali menemukan jati diri mereka sebenarnya.

Jika bicara soal teknis, Gattuso memang belum punya rekam jejak melatih yang mentereng. Namun di level pro, staf kepelatihan sangatlah lengkap. Bahkan Gattuso juga tidak akan membuat program latihannya sendiri, dan melaksanakan sendirian. Semua berjalan dengan sistem yang berlaku sesuai standar sepak bola profesional.

Namun Milan mendapatkan dampak non teknis yang sangat besar dari hadirnya Gattuso. Bagaimana mungkin seorang yang tidak mempunyai rekam jejak melatih mentereng langsung bisa mendapatkan hormat dari semua komponen tim. Tidak bisa tidak, Gattuso pasti punya karakter yang membuat dirinya menjadi “ditakuti” dan ditakdzimi di tubuh AC Milan sekarang.

Itulah kenapa selama 12 pertandingan ini semua dibikin terkejut-kejut dengan perfoma Milan. Bahkan bagi sebagian tim, menjadi was-was dengan kebangkitan Milan itu.

Memasadepankan masa silam adalah salah satu cara yang ampuh untuk kembali menemukan kepercayaan diri.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal