Opini

Menilai Kinerja Gattuso, Pantaskah Dia Diperpanjang Kontrak?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebagaimana dilaporkan media Football-italia.net, AC Milan baru saja memperpanjang pelatih mereka Gennaro Ivan Gattuso. Milan pun tampak serius ingin terus bekerja sama dengan Gattuso mengingat durasi kontraknya yang lumayan panjang yakni 3 tahun, ya Gattuso dikontrak Milan hingga 2021.

Deal kontrak ini membuktikan bahwa Milan tampaknya puas dengan kinerja Gattuso selama ini.

Gattuso pun berjanji akan mengembalikan era kejayaan Milan.

“Sekarang kita harus melanjutkan perjalanan kita. Saya berjanji untuk bekerja keras dan membawa Milan kembali ke tempatnya. Ada banyak tekanan, tetapi itu tidak mengganggu saya”, kata Gattuso kepada media.

Seperti yang kita tahu, status Gattuso sebelum menjabat pelatih utama Milan adalah pelatih tim muda Primavera Milan. Dia kemudian dipromosikan ke tim utama karena Vincenzo Montella dipecat pada akhir November.

Banyak orang tampak ragu dengan kemampuan manajerial Gattuso. Semua orang menganggap Gattuso hanya mengandalkan semangat saja. Dia diproyeksikan hanya jago memotivasi pemain saja mengingat karakternya yang penuh semangat dan determinasi tapi soal kemampuan taktik banyak orang masih menyangsikannya.

Awal melatih milan hasil pertandingan juga tak begitu bagus, pandangan publik pun tampak tidak salah bahwa dia tidak punya kemampuan taktik dan manajerial yang bagus. Akan tetapi lambat tapi pasti, Gattuso mampu menjawab keraguan publik, Milan dibawanya tampil stabil dan permainan Bonucci dkk. di atas lapangan juga membaik. Gattuso ternyata tahu apa penyakit Milan dan langsung mengobatinya dan Milan pun perlahan-lahan sembuh.

Dibanding dengan pendahulunya, Vincenzo Montella, Gattuso lebih memilih untuk mencari formasi tetap dan pemain inti. Sementara Montella gemar bongkar pasang pemain dan merubah formasi yang membuat Milan susah tampil konsisten. Jangankan menang melawan tim papan atas, melawan tim medioker pun kadang jantung milanisti berdegup kencang karena rawan kalah dan kebobolan.

Montella dikontrak 29 juni 2016 dan dipecat 27 november 2017, sehari setelah draw melawan Torino. Selama melatih Milan dia membawa catatan rekor 64 pertandingan, 32 menang, 14 imbang dan 18 kalah. Jadi rata-rata kemenangannya adalah 50%. Rata-rata yang dinilai kurang jika kamu melatih tim dengan ambisi besar macam Milan.

Selama musim ini, Montella hanya merampungkan 14 pertandingan di seria A. Dalam 14 pertandingan itu Milan selalu kalah melawan tim besar yakni Juventus, Inter, Roma, Napoli, dan Lazio. Karena yang dilatih adalah Milan, sebuah tim besar, kalah sesama tim papan atas maka martabatlah pertaruhannya, dan martabat inilah yang tidak bisa diangkat oleh Montella. Montella dinilai tidak bisa mengembalikan kejayaan Milan di era dulu.

Sementara itu Gattuso, musim ini telah merampungkan 16 pertandingan. Diantara 16 pertandingan itu Milan mampu memberikan kemenangan yang tidak bisa diberikan Montella yakni menang melawan tim papan atas. Di bawah arahan Gattuso Milan mampu mengalahkan Inter, Lazio, dan Roma. Manajemen Milan pun puas karena era kejayaan masa lalu mulai tercium kembali ditandai dengan mampunya Milan mengimbangi permainan tim-tim besar.

Jadi jika dikembalikan ke pertanyaan pantaskah Gattuso menerima perpanjangan kontrak? Maka catatan statistik telah membuktikannya, karakternya juga terbukti disukai oleh publik Milan. Memiliki hati untuk Milan, passion. dan determinasi, itulah sosok Gattuso, dan sosok seperti inilah yang kemudian dinilai oleh menajemen milan tepat untuk mengangkat martabat Milan.

Tiga tahun kedepan nasib Milan ada di tangan Gattuso. Tiga tahun ke depan kita tunggu janji Gattuso untuk mengembalikan kejayaan Milan.

Selamat bekerja Mr. Gattuso.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •