Berita Spesial

Merajut Kembali Jati Diri Inter

Inter Milan tidak bisa dipungkiri adalah tim besar Italia dan bahkan menjadi salah satu penguasa Eropa. Namun variabel kedua hanya bisa kita setujui hampir 7 tahun lalu, bahkan untuk variabel pertama Inter sebagai tim besar Italia tidak selaras dengan pencapaian Inter selama kurun waktu yang sama.

Secara empiris Inter memang masih dibawah Juventus dan Rival sekota Ac Milan. Habitat Inter memang sejatinya adalah penghuni papan atas Serie A di setiap musim. Namun itu tidak untuk beberapa musim kebelakang, pasca Inter meraih 3 gelar sekaligus dalam setahun, Inter layaknya pesakitan setelahnya. Inter nampak kesulitan menemukan keseimbangan, Inter kesulitan melewati masa transisi pergantian skuad setelah Inter mampu meraih Treble Winner.

Skuad Inter Milan 2009-2010

Pencapaian rangking terbaik inter selama kurun waktu 7 tahun terakhir adalah di musim 2010-2011 saat Inter menjadi runner up Serie A, sekaligus menjadi akhir dominasi Inter. selanjutanya Inter hanya mampu menempati peringkat 6 (2011-2012), peringakat 9 (2012-2013), peringkat 5 (2013-2014), peringkat 8 (2014-2015), peringkat 4 (2015-2016), peringkat 7 (2016-2017).

Inter nampak mempunyai masalah dalam sisi psikologis, Inter dihuni pemain yang tidak mampu membawa nama besar inter. Inter dihuni oleh skuad yang kurang berjuang dalam memenangkan di setiap pertandingan. Manajemen inter yang beralih dari keluarga Moratti ke Erick Thohir juga tidak mampu menyiapkan segala kebutuhan Inter untuk bangkit. Inter juga nampak kesulitan menemukan pengganti Jose Mourinho sebagai allenatore yang mampu membangun Inter secara mental.

Ketika Inter beralih ke Grup bisnis dari Tiongkok Suning, musim pertama Suning mengelola Inter juga tidak memberikan dampak yang begitu berarti, paling tidak jika dilihat dari pencapaian Inter di akhir musim lalu. Musim ini Suning kembali untuk berjuang mengembalikan marwah Inter, tidak bisa tidak. Untuk kembali bermain di kasta Eropa adalah hal wajib.

Sejauh musim ini bergulir, Inter baru menelan 2 kekalahan di Serie A. Luciano Spalleti sebagai pelatih baru Inter perlahan mengembalikan rasa percaya Inter sebagai langganan papan atas Serie A. meski di periode Desember Inter mengalami grafik menurun.

Yang dibutuhkan Spalleti di Inter adalah membuat Inter kembali menemukan daya juang untuk selalu menang di setiap pertandingan. Membagun kembali karakter Inter yang selalu menjadi tim yang berjuang memperebutkan Scudetto. Lolos Liga Champion atau Juara Coppa Italia adalah hasil minimal yang harus diraih Spalleti musim ini. Jika Spalleti tidak bisa meraih itu semua pada musim ini, maka Inter akan semakin kesulitan kembali menemukan jati diri Inter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *