pilihan Spesial

Paolo Montero, Mengajarkan Perlunya Sebuah Karakter yang Kuat

Bola boleh lewat, tapi lawan tidak boleh lewat. Pepatah sepak bola Indonesia ini pernah terlihat di kancah sepak bola dunia. Dia seorang yang berasal dari Amerika Latin dan karirnya besar di Italia. Dia adalah salah satu bek tertangguh di dunia yang dimiliki Juventus. Dia adalah Paolo Montero.

Dalam dunia sepak bola juga ada pepatah boleh bermain keras tapi jangan kasar, namun itu nampaknya tidak berlaku untuk Montero. Justru semua itu yang membuatnya akan selalu di kenang sebagai pemain besar asal Uruguay. Sebenarnya dirinya adalah pemain yang punya intelegensi tinggi di lapangan, punya kemampuan sempurna sebagai pemain bertahan. Serba bisa, duel udara yang bagus, kemampuan teknisnya tidak diragukan, pembuat keputusan yang ulung, dan punya jiwa kepimimpinan.

Sebuah karakter yang sangat jelas, tidak banyak pemain besar seperti dirinya. Dia mampu melakukan apa saja yang dia mau, menginjak kaki, menyikut muka, memukul kepala, menjegal lawan dengan cara yang berbahaya, mengitimidasi lawan, semua yang dibutuhkan sebagai seorang yang arogan ada padanya. Namun semua itu dia lengkapi dengan intelegensi yang tinggi di lapangan. Montero benar-benar memenuhi semua syarat sebagai pemain bertahan yang akan membuat semua penyerang terbaik akan kesulitan mengahadapinya.

“Terkadang Anda harus melakukan apa saja untuk menang dan inilah sifat saya”

Menyandang predikat menjadi pemain terkotor Serie A justru menjadi kekuatannya. Tidak terhitung berapa banyak pemain yang sudah “kesakitan” kala berhadapan dengannya. Terhitung 21 kartu merah melayang kepadanya, dalam satu musim Montero bisa mengoleksi satu kertu merah.

“Saya lahir sebagai pemain belakang dan saya akan mati sebagai pemain bertahan”

Dia bermain selama 9 tahun bersama Juventus, bermain sebnayak 186 kali dan mencetak 1 gol. Dia mengawali karir di Penarol medio 1990-1992, Atalanta menjadi salah satu tim yang beruntung karena pernah mendapatkan jasanya selama tahun 1992-1996. Dia mengakhiri karirnya di Penarol pada tahun 2007, setahun setelah dia bermain di San Lorenzo. selama satu musim.

Paolo Montero adalah sebuah contoh yang nyata bagaimana sebuah karakter itu begitu penting, sebuah entitas yang perlu dibangun agar sesuatu bisa menjadi besar dan berharga.

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal