Berita Spesial

Perbandingan Egy Maulana dan Febri Haryadi

Pemain 21 tahun Febri Haryadi dan Egy Maulana Vikri 17 tahun, memang menjadi buah bibir pentas sepak bola Nasional dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Tim dioper.com mencoba menganilisa siapa yang lebih hebat dari kedua pemain tersebut.

 

sumber foto: republika.co.id

Kita mulai dari Febri, pemain  yang memulai debut bersama Persib di era kepelatihan Dejan Antonic ini memang sedang menjadi tambatan hati pendukung Persib dan menjadi harapan di timnas Indonesia. Febri adalah tipikal pemain yang banyak ditemui di indonesia sebenarnya, dia bermain dengan kecepatan tinggi, drible yang lincah, dan bermain diposisi sayap. Di posisi yang ditempati Febri sekarang sudah banyak kita temui beberapa pemain pendahulu, sebut saja dari era Elie Aiboy, Boaz Salossa, dan Andik Vermansyah. Febri mewakili eranya dengan tipe pemain khas Indonesia seprti ini. Dia adala representasi dari selera sepak bola indonesia yang senang menggiring dan lari cepat.

Beberapa kelemahan Febri adalah visi bermain yang masih kurang, dia masih sering ingin menjadi show man dengan teknik menggiringnya, terkadang justru akan mengacaukan ritme permainan. Sebagai pemain sayap Febri kurang mempunyai teknik melakukan umpan silang, teknik yang penting harus dia kuasai sebagai pemain sayap. Sayangnya fakta menunjukkan, pemain yang mengandalkan kecepatan tidak bisa mempertahankan level permainannya dalam jangka waktu yang panjang. Febri akan bertarung dengan fisiknya sendiri yang mulai melemah di usia mendekati 30.

 

 

sumberfoto:bola.kompas.com

Kita lanjut ke Egy Maulana Vikri, pemain yang jauh lebih muda dari Febri namun berada pada dimensi euforia yang bersamaan. Pemain ini juga mempunyai kemampuan menggiring yang lincah, cukup cepat, dan bisa bermain dibeberapa posisi. Cukup susah membandingkan gaya bermain egy dengan pemain Indonesia sebelumnya. Pemain ini mengubah mainstream bermain sepak bola indonesia yang selalu mengeskplor kecepatan dan kemampuan menggiring. Egy mempunyai visi bermain yang pintar. Dia tahu kapan harus membawa bola dan kapan harus mengumpan. Egy sama sekali tidak mewakili generasi sepak bola indonesia sebelumnya. Egy adalah generasi baru sepak bola Indonesia, yang mempunyai tipe bermain lebih modern. Egy mempunyai kemampuan membunuh, mempunyai kemampuan melewati lawan, dia mempunyai kemampuan untuk melayani. Kelemahan Egy adalah masih terlihat dalam beberapa kesempatan melakukan kesalahan umpan.

Egy akan jauh lebih bertahan lama bermain sepak bola dibanding febri, Egy lebih pintar mengatur tenaganya dalam bermain. Egy mempunyai senjata yang lebih komplit dibanding Febri. Febri Haryadi adalah wakil generasi penerus Sepak bola Indonesia yang mengandalkan kecepatan, Egy Maulana Vikri adalah generasi anak bangsa yang baru, yang bermain mengandalkan kecerdasan berfikir dalam bermain. So , hebat mana??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *