Opini

Piatek dan Parade Striker Gagal AC Milan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semenjak kepergian Zlatan Ibrahimovic ke PSG di musim 2012/2013 publik kota Milan tak lagi memiliki predator ganas di lini depan. Pun sejalandengan pandangan bahwa sejak saat itu Milan tak lagi dipandang sebagai klub papan atas. Hal itu dibuktikan dengan selalu gagalnya mereka meraih tiket Liga Champion semenjak Ibra pergi. Maka dari itu publik Milan selalu mencari sosok pengganti yang sepadan dengan Ibra dan hingga musim 2018/2019 ini mereka tak kunjung menemukannya.

Asa sempat muncul di awal musim saat Gonzalo Higuain merapat ke Milanello. Penampilan Higuain tidak buruk sebenarnya, namun publik Milan tak cukup hanya dengan striker yang bermain lumayan, mereka ingin striker yang luar biasa. Higuin hanya menambah daftar panjang para striker yang gagal bermain saat membela Milan. Berbagai pemain top sudah didatangkan namun belum ada yang bisa menyamai kesuksesan para striker Milan seperti Ibra, Andriy Shevchenko dan Filippo Inzaghi.

Ibrahimovic adalah striker terakhir yang dinilai berhasil saat bermain untuk Milan. Striker-striker setelah Ibra pergi seperti Alesandro Matri, Fernando Torres, Carlos Bacca, Luiz Adriano, Andrei Silva, hingga Higuain dinilai gagal menunjukkan performa terbaiknya. Padahal sebelum bergabung dengan Milan, para striker itu menunjukkan performa yang brilian. Namun setelah bergabung dengan Milan, penampilan mereka menurun drastis.

Berbicara mengenai para striker yang gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama Milan, sesungguhnya tidak pantas membandingkan para striker yang dicap gagal itu dengan para striker yang sukses bersama Milan. Sebagaimana yang dikatakan Maldini beberapa waktu yang lalu di laman Calciomercato yang menyebutkan bahwa perbedaan Piatek dan Sheva adalah pada saat itu Sheva datang di saat AC Milan adalah tim yang kuat. Hal itu bisa diartikan bahwa Sheva mendatangi tim juara sementara sekarang Piatek (dan para striker gagal tadi) mendatangi tim yang tengah mencoba juara.

Waktu itu Sheva datang di musim 1999/2000, yang mana Milan baru saja memenangi gelar scudeto di musim sebelumnya. Di skuad Milan saat itu sudah ada sosok-sosok juara macam Maldini, dan Boban. Sederet pemain top pun sudah menghuni skuat Milan saat itu.

Berangkat dari pernyataan Maldini itu, pernyataan tersebut sebenarnya bisa juga untuk menjelaskan kenapa banyak striker yang gagal bermain maksimal saat bergabung dengan Milan akhir-akhir ini, setidaknya sejak era Milan selalu gagal masuk Liga Champion yakni setelah musim 2012/2013.

Banyak striker bagus namun datang di saat yang salah yakni saat Milan bukan pada masa-masa terbaiknya. Bahkan striker sekelas Ibrahimovic pun datang ke Milan saat masih banyak dihuni pemain-pemain juara. Ibra masih bermain bersamaan dengan pemain seperti Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, dan Clarence Seedorf.

Oleh sebab itu tidak ada jaminan pasti jika Ibra maupun Sheva ataupun Inzaghi datang bermain untuk Milan saat ini, kemungkinan nasibnya juga bakal sama dengan para striker yang dicap gagal tadi.

Namun tak bisa dipungkiri, jika dibanding dengan para striker-striker sebelumnya Piatek memang luar biasa, mengingat dia termasuk datang ke Milan di saat yang salah namun tetap mampu menunjukkan performa yang hebat. Bersama Milan Piatek sudah meraih torehan 7 gol dari 5 pertandingan. Konsistensinya jelas masih dinantikan hingga ke pertandingan-pertandingan selanjutnya.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •