Uncategorized

Scudeto Juventus yang Hambar, Atalanta dan Para Bocah Ajax Amsterdam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hambar. Ya, itulah perasaan para pendukung Juventus musim ini. Meski mampu mencetak rekor fantastis yakni mampu memenangi scudeto sebanyak 8 kali berturut-turut, namun harapan para fans Bianconeri musim ini bukanlah itu, melainkan gelar Liga Champion. Sekarang bayangkan Anda memakan makanan favorit Anda selama 8 kali berturut-turut. Semisal makanan Favorit Anda adalah Bakso. Maka cobalah makan bakso itu sebanyak 8 kali berturut maka niscaya kenikamatan bakso di mangkok ke-8 sudah tak senikmat mangkok bakso yang pertama, bahkan mulai mangkok ke-5 bakso Anda sudah mulai hambar di lidah Anda.

Untuk memutus rantai kehambaran itu maka Anda butuh sela atau tambah dengan makanan lain. Itulah yang coba dilakukan Juventus musim ini. Mereka mencoba menambah “menu” gelar dengan tahta Liga Champion. Sebegitu inginnya Juventus menambah menu, sampai-sampai mereka melakukan perekrutan fantastis yakni merekrut seorang mega bintang yang digadang-gadang sebagai rajanya Liga Champion. Jika di kursi pelatih ada Carlo Ancelotti dengan 3 gelar Liga Championnya maka di sektor pemain ada Cristiano Ronaldo dengan 5 gelarnya. Juve pun merekrut Ronaldo untuk memenuhi ambisinya mereaih gelar Liga Champion.

Alhasil, Juve masih gagal meraih ambisinya memenangi Liga Champion musim ini. Mereka kalah oleh para pemain-pemain muda Ajax Amsterdam di babak perempat final. Para pemain tertunduk lesu, dan fans sangat kecewa. Seminggu berselang memang Juve mampu memastikan gelar scudeto namun bukan itu yang fans Juve dan publik sepak bola tunggu. Mereka sudah telanjur menanti sihir Ronaldo untuk memahkotai Si Nyonya Tua dengan piala Liga Champion yang ternyata gagal.

Jika dibanding musim lalu, capaian prestasi Juventus musim ini malah lebih buruk. Musim lalu mereka mendapat gelar Scudeto dan Coppa Italia. Di musim ini mereka dipastikan hanya mendapat gelar Sudeto saja. Di kancah Coppa Italia mereka juga kalah di babak perempat final oleh Atalanta. Kekalahan yang tidak semestinya Juve terima karena pada pertandingan itu mereka turun dengan kekuatan utama, bahkan Ronaldo juga turun sejak menit pertama.

Ada hal menarik dari kekalahan Juve di ajang Coppa Itaia dan Liga Champion musim ini, yaitu mereka kalah oleh tim yang bermain dengan tipe permainan yang mirip. Jika di musim lalu ada Napoli dengan permainan atraktifnya maka musim ini tim yang patut menyandang gelar tim dengan permainan paling atraktif di Serie A adalah Atalanta. Seorang kolumnis di laman Football-Italia.net menyebut bahwa Atalanta adalah imitasi dari Ajax. Sebuah argumen yang cukup mendasar melihat saat Juve kalah, baik oleh Ajax dan Atalanta, mereka kalah dengan cara yang hampir sama.

Tipe permainan yang diperagakan oleh Atalanta dan Ajax benar-benar menjadi momok bagi Juventus musim ini. Di tangan kedua tim itu, peluang meraih treble pupus, dan yang lebih menyakitkan adalah mereka kalah oleh para “bocah” Ajax Amsterdam yang membuat Juventus harus kembali gagal untuk meraih gelar Liga Championnya musim ini.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •