Opini pilihan

Si Nyonya Tua Mungkin Sudah Tua, tapi Percayalah Bahwa Musim ini Tidak Akan Berbeda

Awal Januari lalu Napoli sempat diramal banyak pakar bahwa mereka akan meraih Scudetto setelah lebih dari 20 tahun lamanya Napoli puasa gelar.

Namun memang perjuangan mereka tidak mudah karena masih ada Si Nyonya Tua yang masih belum bosan juara. Perjalanan dalam memperebutkan juara pun semakin mengerucut, dimana para pesaing mereka semakin hari semakin melambat. Kini Serie A tinggal menyisakan Napoli dan Juventus untuk memperebutkan Juara.

Tepat 2 pekan silam akhirnya Napoli nampak kelelahan karena terus diteror Juventus, Napoli harus menyerah juga merelakan puncak klasemen kepada Juventus. Kini Napoli terpaut 2 poin dari Juventus di puncak klasemen.

Musim lalu Napoli mengakhiri kompetisi di peringkat ke 3 dengan 86 poin, poin yang cukup untuk menjadi juara di Liga lain. Kecemerlangan Napoli musim ini memang layak dan sah mendapatkan opini bahwa mereka akan merebut gelar juara dari Juventus. Namun banyak alasan mengapa Juventus tetap yang akan tertawa di akhir musim nanti.

Kedalaman skuad dan nama besar

Bianconeri memang telah kehilangan Leonardo Bonucci awal musim ini, namun Giorgio Chiellini dan Mehdi Benatia mampu dengan segera menambal lubang sepeninggal Bonucci. Para pemain Juventus mempunyai pengalaman memenangkan gelar, sehingga tidak lantas terjadi sebuah kepanikan jika mereka harus ditinggal satu atau dua pemain pilarnya.

Inilah yang tidak dipunyai oleh tim lain, Napoli akan menderita jika Lorenzo Insigne, Dries Mertens atau Marek Hamsik cedera, sementara Roma terlalu bergantung pada Edin Dzeko, yang juga sama dengan Mauro Icardi di Inter Milan.

Salah satu analis dari Sportkeeda pernah mengatakan bahwa tim-tim semacam itu akan kelelahan medio Februari-Maret, para pemain akan kelelahan karena mereka tidak mempunyai waktu istirahat yang banyak. Dan ternyata semua itu kini terbukti adanya.

Gelar ke tujuh semakin tak terelakkan

Juventus memiliki pelatih terbaik, pemain terbaik, keuangan terbaik, struktur terbaik, yang hanya berarti satu hal mereka dibentuk untuk mendominasi kompetisi ini, dimana tim lain akan sulit bersaing dengan mereka.

Bayangkan saja di barisan menyerang mereka mempunyai tumpukan pemain yang semuanya punya level yang tidak jauh berbeda, pemain seperti Juan Cuadrado, Federico Bernadeschi, Douglas Costa, Miralem Pjanic, Paulo Dybala, Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic hampir selalu bergantian di lini depan Juventus tanpa adanya dampak negatif yang terjadi.

Dengan jarak 2 poin yang kini masih terjaga, sulit untuk mengelak bahwa Juventus tidak akanĀ  merebut gelar lagi, gelar ke tujuh beruntun yang akan membuat mereka tidak tertandingi.

Si Nyonya Tua mungkin sudah tua, tapi percayalah bahwa musim ini tidak akan berbeda.