Berita Opini

Timnas Juara, Buah Kesabaran PSSI atau Dibasminya Mafia Bola?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bagaimanapun, juara di level timnas memang menjadi hal yang selalu dinanti oleh segenap Bangsa Indonesia. Indra Sjafri kembali mengukir tinta manis di dunia sepak bola Indonesia dengan mengantarkan timnas U-22 menjuarai ajang Piala AFF U-22 yang dilaksanakan di Kamboja.

Tak tanggung-tanggung, Indonesia berhasil mengalahkan raja sepak bola ASEAN, Thailand. Hanya saja, kegembiraan ini tidak berarti manis bagi sepak bola Indonesia sendiri. Pasalnya, sepak bola Indonesia kini sedang terjadi goro-goro lantaran dibukanya berbagai macam tindakan busuk di dalam tubuh PSSI.

Titel juara ini tidak lantas membersihkan nama PSSI, keberhasilan ini tidak membuat publik lantas percaya begitu saja dengan kinerja para petinggi PSSI. Bahkan banyak sindiran yang justru bermunculan.

Warganet pun mengeluarkan komentar yang tetap pedas, bahwa kemenangan ini adalah buah dari diberantasnya mafia bola selama ini. Sebuah komentar polos yang sudah tidak bisa dibendung lagi.

Namun, satu hal yang pasti, PSSI telah terbukti berhasil membangun sebuah kesebelasan dengan waktu yang tidak sebentar. Para pemain asuhan Indra Sjafri itu juga tidak sebentar belajar bola. Bahkan jika dicatat, rekam jejak mereka sangatlah jelas, mereka perlahan meniti karir di timnas sejak level junior. PSSI telah menuai hasil dari kesabaran mereka selama ini. PSSI berhasil membuktikan bahwa membina sepak bola itu bukanlah hal yang instan.

Sangat beruntung, PSSI akhirnya memilih Indra Sjafri untuk mengumpulkan anak-anak muda itu dalam sebuah skuad yang solid. Jadi, kemenangan Timnas U-22 itu hasil dibasminya mafia bola atau kesabaran PSSI? Tentunya kemenangan itu adalah milik Bangsa Indonesia.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •