Opini Spesial

Vietnam, Kami Bangga Padamu!

Meski akhirnya menyerah 1-2 dari Uzbekiztan U-23 pada hari penuh salju di stadion Changhou Olympic Sports Center, Minggu (27/1/2018), pencapaian kesebelasan Vietnam U-23 yang mampu menembus final AFC U-23 Championship 2018 memang patut diberi standing applause. Kenapa?. Karena mereka berasal dari Asia Tenggara, tetangga Indonesia. Vietnam kini menjelma menjadi garda terdepan sepak bola Asia Tenggara. Thailand sudah habis! Malaysia jangan sampai berjaya, untung Korea Selatan menaklukkan mereka. Indonesia? Yang penting tetangganya meraih prestasi, asal jangan Malaysia!

Negara yang juga menjadi salah satu pemasok beras untuk Indonesia ini kini sedang menuai hasil dari apa yang mereka tanam. Siapa yang tidak bangga jika timnas sepak bolanya melaju ke partai puncak kejuaraan se-akbar Piala Asia, yang juga merupakan benua terluas di planet ini? Tentu saja hasil yang dicapai oleh timnas U-23 Vietnam ini adalah hasil kerja keras selama bertahun-tahun. Keep Fights , kalau orang Barat bilang. Atau prihatin kalau kata orang Jawa.

Sebagai underdog, Vietnam sukses menggemparkan jagat sepak bola Asia, karena pada kejuaraan yang kali ini digelar di Tiongkok, sang Naga Emas bukanlah tim unggulan. Bisa jadi kontestan lain terlanjur menganggap mereka sebagai lumbung gol. Akan tetapi, ternyata fakta berkata lain, sang Naga Emas terbukti tampil trengginas dan mampu mengatasi lawan-lawannya hingga partai final. Hanya Korea Selatan yang menaklukkan mereka 1-2 pada pertandingan pertama fase grup, dan tentu saja Uzbekistan di partai final.

Prestasi yang tergolong teramat sulit dicapai oleh tim yang berasal dari Asia Tenggara tersebut memang pantas diperoleh oleh timnas Vietnam U-23. Terlepas dari gaya bermain mereka yang super ngotot layaknya legenda pasukan Vietkong yang sukses membuat Amerika kocar-kacir dan angkat kaki pada perang Vietnam  tahun 60-an. Pencapaian sang Naga Emas adalah buah dari pembinaan pemain usia dini mereka yang tidak salah asuhan. Tidak seperti beberapa federasi sepak bola di Asia Tenggara yang terlanjur hobi mengimpor pemain grosiran. Vietnam berhasil menunjukkan bahwa orang sendiri lebih mujarab, asal jangan salah asuh!

Baca Juga:

10 Pesepakbola Muslim Termahal