pilihan Spesial

Walter Samuel, Tembok Kokoh yang Pemalu

Pemuda Argentina datang ke Italia dengan perangai pemalu, gugup di depan kamera, dan tidak banyak bicara. Namun, pada akhirnya pemuda tersebut mampu mengajarkan kepada banyak orang bahwa pribahasa sedikit bicara banyak bekerja adalah benar adanya. Dia adalah Walter Adrian Samuel.

Merantau ke Italia pada umur 22 tahun dan langsung menjadi juara adalah pertanda dirinya akan menjadi seseorang. AS Roma langsung dia bawa menjadi Scudetto di musim 200-2001. Pada kemudian hari dirinya lantas dijuluki “The Wall” karena ketangguhannya mengawal lini belakang di setiap tim yang dia bela.

Samuel hanya tercatat tidak “dianggap” bersama Real Madrid. Hanya bertahan selama satu musim, Inter Milan mencium kesempatan besar untuk memulangkan kembali Samuel ke Italia. Saat itulah Samuel pelan tapi pasti mulai mencapai puncak karirnya. Hampir semua gelar dia menangi di level klub bersama Inter.

Beruntungnya Inter Milan memiliki pemain belakang seperti Samuel. Pemain bertahan terbaik di generasinya, besar, kuat dan begitu agresif, unggul di udara, dan dapat diandalkan dalam menjebol gawang lawan melalui bola-bola mati. Samuel juga dibekali dengan kemampuan membaca permainan yang baik, sangat efektif dalam mengatisipasi lawan dan tidak jarang melakukan tekel keras kepada para penyerang, itulah mengapa dirinya dijuluki II Muro atau The Wall.

Samuel juga terhitung produktif mencetak gol selama karirnya. Dalam 641 pertandingan yang di lalui di semua klub yang dia bela, Samuel mampu mencetak 39 gol. Sayang karirnya sempat terganggu oleh cedera parah yang selalu menghantuinya saat bermain di Inter.

Samuel adalah bagian yang sangat penting dari strategi defensif Jose Mourinho kala menahan Barcelona dan Bayern Munich medio 2009-2010 dan berhasil menyelesaikan musim itu menjadi musim bersejarah bagi klub.

Setelah merasa tidak begitu mendapat tempat di Inter, Samuel akhirnya memutuskan Basel sebagai persinggahan terakhirnya selama 2 musim. Sempat kembali ke Inter musim lalu sebagai staf pelatih, Samuel kini menjadi asisten pelatih di FC Lugano di Liga Super Swiss.

Sekali lagi, Walter Adrian Samuel mengajarkan kepada kita bahwa banyak bekerja sedikit bicara adalah salah satu jalan menuju tangga kesuksesan.